Berita

Jaga Kualitas Demokrasi, Cindy Monica Ajak Publik dan Media Kedepankan Narasi Sehat

×

Jaga Kualitas Demokrasi, Cindy Monica Ajak Publik dan Media Kedepankan Narasi Sehat

Sebarkan artikel ini
Anggota DPR RI, Cindy Monica Salsabila Setiawan. (Foto: Istimewa)
Anggota DPR RI, Cindy Monica Salsabila Setiawan. (Foto: Istimewa)

SERUNI.CO – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Cindy Monica Salsabila Setiawan mengimbau seluruh elemen bangsa, mulai dari aktor politik, media massa, hingga masyarakat sipil, untuk bersinergi dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.

Ia menekankan pentingnya penyampaian informasi yang bijak, berimbang, dan mampu menciptakan suasana sejuk di ruang publik.

Langkah ini diambil Cindy guna merespons dinamika pemberitaan nasional belakangan ini, termasuk isu-isu yang menyoroti Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.

Menurutnya, interaksi antara dunia politik dan pers adalah fenomena alami dalam sistem demokrasi modern yang sehat.

Cindy menegaskan bahwa kebebasan pers merupakan fondasi reformasi yang wajib dihormati dan diperkuat.

Namun, di tengah derasnya arus informasi saat ini, tanggung jawab kolektif sangat diperlukan agar setiap pemberitaan tetap berpijak pada akurasi dan proporsionalitas.

Baca Juga  Dua Korban Peluru Nyasar di UNP, DPR RI Minta Pengusutan Transparan

“Demokrasi membutuhkan pers yang kritis, independen, dan berintegritas. Pada saat yang sama, demokrasi juga memerlukan kebijaksanaan agar informasi yang disampaikan mampu memperkuat persatuan bangsa dan menjaga nalar publik tetap sehat,” ujar Cindy Monica dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/4/2026).

Ia menambahkan bahwa perbedaan pandangan dan kritik seharusnya menjadi energi bagi demokrasi, bukan dianggap sebagai ancaman.

Ruang publik idealnya diisi oleh narasi konstruktif yang mendorong dialog demi memperkuat kepercayaan masyarakat, sekaligus menghindari polarisasi.

Sebagai bagian dari partai yang mengusung semangat restorasi dan politik tanpa mahar, Cindy menyebut pers sebagai mitra strategis dalam meningkatkan literasi publik.

Baca Juga  Zigo Rolanda Minta Percepatan Pembangunan Sabo Dam Gunung Marapi di Tanah Datar

Ia meyakini bahwa demokrasi yang matang muncul dari keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab moral.

“Politik dan pers bukanlah dua kutub yang saling berhadapan, melainkan dua pilar yang saling menguatkan,” tegasnya.

Cindy berharap dinamika yang terjadi saat ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat standar jurnalisme berkualitas yang menjunjung tinggi etika, adab moral, serta objektifitas informasi, bukan sekadar instrumen untuk menjatuhkan pihak tertentu.

“Kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu memastikan demokrasi Indonesia semakin dewasa. Demokrasi bukan tentang siapa yang paling keras bersuara, tetapi siapa yang mampu menjaga akal sehat publik dan menghadirkan harapan bagi masyarakat,” pungkas Cindy. (*)