SERUNI.CO – Wali Kota Padang, Fadly Amran secara resmi menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang yang baru, Yasril, di Kediaman Resmi Wali Kota pada Senin (4/5/2026).
Pertemuan perdana ini menjadi langkah strategis bagi kedua instansi untuk mempererat kolaborasi, khususnya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia dan penguatan program keagamaan di Kota Padang.
Fadly Amran menekankan bahwa hubungan harmonis yang telah terjalin selama ini harus terus ditingkatkan demi kemaslahatan masyarakat.
Optimalisasi Peran Surau Melalui “Smart Surau”
Dalam audiensi tersebut, Fadly Amran menitikberatkan pembicaraan pada salah satu Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang, yakni Smart Surau.
Program ini bertujuan mengembalikan fungsi surau sebagai pusat peradaban yang melampaui sekadar tempat ibadah, namun juga menjadi sentra pendidikan karakter bagi generasi muda.
Wali Kota memaparkan bahwa Smart Surau mencakup berbagai inisiatif konkret, seperti:
- Penyelenggaraan Subuh Mubarakah dan gerakan Remaja Masjid Reborn.
- Fasilitasi rumah tahfiz serta pembaruan kurikulum TQA dan MDTW.
- Penyediaan ruang belajar digital yang dilengkapi fasilitas WiFi gratis.
“Kami berharap Kemenag Kota Padang bersinergi dan berkolaborasi mendukung program ini agar surau benar-benar menjadi pusat pembinaan karakter yang optimal,” harap Fadly Amran.
Kemenag Siap Lanjutkan Kolaborasi
Merespons harapan tersebut, Yasril menyatakan komitmen penuh jajarannya untuk mendukung visi Pemerintah Kota Padang.
Yasril, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pasaman, baru saja dilantik sebagai Kepala Kantor Kemenag Kota Padang pada 27 April 2026 lalu.
Didampingi sejumlah pejabat struktural, Yasril mengapresiasi sambutan hangat dari Wali Kota dan menegaskan kesiapan instansinya untuk terjun langsung menyukseskan agenda keagamaan di Kota Padang.
“Jajaran Kemenag Kota Padang siap memperkuat sinergi dan melanjutkan kolaborasi dengan Pemko Padang, khususnya menyukseskan Smart Surau dan program penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat,” ujar Yasril. (*)












