SERUNI.CO – Kompetisi kasta kedua sepak bola tanah air, Championship atau Liga 2 musim 2026/2027, dikabarkan bakal bergulir sekitar empat bulan lagi.
Kondisi ini membuat tiga tim yang baru saja dipastikan turun kasta dari Super League 2025/2026 yakni Semen Padang FC, PSBS Biak, dan Persis Solo tidak bisa berlama-lama meratapi kegagalan mereka.
Kepastian mengenai lini masa kompetisi ini mengemuka setelah pihak I.League merilis jadwal resmi untuk penyelenggaraan musim 2026/2027.
Kendal Tornado FC, yang merupakan salah satu kontestan Championship musim lalu, bahkan mengonfirmasi bahwa roda kompetisi dijadwalkan mulai berputar pada 18 September 2026.
Menanggapi rilis jadwal tersebut, Manajer Kendal Tornado FC, Heri Sasongko, memberikan respons positif.
Menurut pandangannya, ketetapan waktu dari operator kompetisi memberikan keleluasaan bagi manajemen klub dalam merancang program persiapan tim secara maksimal.
“Tentu kami menyambut positif jadwal kick off itu karena sesuai dengan rancangan program yang telah kami susun,” ujarnya.
Heri memaparkan bahwa jajaran pemain dan ofisial klub berjuluk Laskar Badai Pantura tersebut dijadwalkan bakal berkumpul di Charlie Training Center, Boja, Kendal, pada akhir Juni nanti.
Setelah berkumpul, program latihan perdana tim guna menyongsong musim baru akan langsung digenjot mulai tanggal 1 Juli.
Melalui skema lini masa ini, seluruh tim peserta Championship setidaknya mempunyai waktu lebih dari dua bulan untuk menyusun komposisi skuad, berburu pemain baru, hingga melaksanakan rangkaian pertandingan uji coba.
Tenggat waktu yang ada menjadi ujian berat, khususnya bagi Persis Solo. Laskar Sambernyawa terpaksa turun kasta setelah kalah bersaing dari Madura United dan PSM Makassar pada pertandingan pamungkas Super League.
Kondisi tersebut menuntut manajemen klub untuk mengambil langkah taktis secara cepat.
Manajemen Persis kini dihadapkan pada tugas mendesak untuk mengevaluasi posisi pelatih kepala serta menentukan masa depan para pemain lama.
Di sisi lain, mereka juga wajib membangun kedalaman skuad yang kompetitif untuk mengarungi LigaBol.
Beban berat kian terasa lantaran publik sepak bola Solo dipastikan menaruh harapan tinggi agar tim kesayangan mereka bisa langsung merebut tiket promosi kembali ke kasta tertinggi pada musim pertama.
Situasi penuh tekanan ini menjadi pembeda antara Persis dengan tim-tim mapan lain yang sudah menetap di Championship.
Berbekal rekam jejak sejarah yang panjang, dukungan basis suporter yang masif, serta fasilitas infrastruktur yang representatif, Persis di atas kertas bakal diunggulkan sebagai kandidat kuat promosi.
Walau demikian, realita sepak bola nasional membuktikan bahwa status tim degradasi tidak menjamin kemudahan untuk langsung naik kasta.
Tidak sedikit klub besar yang justru tertahan hingga beberapa musim di Liga 2 akibat ketidakmampuan melakukan pembenahan manajemen secara total.
Oleh sebab itu, jeda waktu empat bulan ke depan akan menjadi fase yang krusial bagi masa depan Persis Solo.
Kebijakan yang ditelurkan manajemen dalam waktu dekat menjadi penentu apakah mereka mampu langsung bangkit atau justru terjebak dalam persaingan sengit kasta kedua.
Di sisi lain, Kendal Tornado FC juga tidak boleh dipandang sebelah mata dan siap menjadi batu sandungan.
Pada kompetisi musim lalu, tim yang sempat menggunakan Stadion Sriwedari Solo sebagai markas mereka ini sukses menyegel peringkat keempat di Grup Timur Championship.
Mereka mengumpulkan total 50 poin dari catatan 15 kali menang, 5 kali seri, dan 7 kali menelan kekalahan.
Dengan kepastian jadwal kick-off yang kian mendekat, tensi persaingan untuk Championship 2026/2027 dipastikan mulai memanas.
Bagi kubu Persis Solo, waktu terus berjalan demi menuntaskan misi kembali ke panggung tertinggi sepak bola Indonesia. (*)












