SERUNI.CO – Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Sumatera Barat (Sumbar) resmi menggelar seleksi Talent Detection Timnas Futsal U-17 yang dipusatkan di Rafhely Futsal By Pass, Kota Padang, Minggu (19/4/2026).
Ajang ini merupakan bagian dari program nasional Federasi Futsal Indonesia untuk menjaring talenta muda berbakat dari seluruh penjuru negeri.
Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua AFP Sumbar, Maifrizon, didampingi jajaran pengurus termasuk Wakil Ketua Yosrizal, Exco Bidang Kompetisi Vembi Fernando, Exco Bidang SDM Edo Wiradana, serta Pembina AFP Sumbar, H. Yasman Yanusar.
Maifrizon menjelaskan bahwa seleksi ini merupakan tahap lanjutan bagi pemain yang telah lolos di tingkat kabupaten/kota (AFK/AFKAB).
Secara nasional, program ini dilakukan serentak di 38 provinsi sejak April 2026 untuk membentuk skuad Timnas yang akan berlaga di Spanyol pada Juni hingga Juli 2026 mendatang.
“Ini kesempatan emas bagi talenta futsal Sumbar untuk membuktikan kapasitas diri dan meraih peluang menjadi bagian dari Timnas Indonesia,” ujar Maifrizon.
Ia menegaskan bahwa Sumatera Barat memiliki tradisi kuat dalam melahirkan pemain nasional, merujuk pada kesuksesan medali emas PON 2012 yang melahirkan legenda seperti Randy Satria, hingga regenerasi terbaru seperti Muhammad Sanjaya di Timnas senior.
Seleksi kali ini diikuti oleh 43 pemain kelahiran 2009-2010 dari berbagai daerah di Sumatera Barat.
Proses pemantauan dipimpin langsung oleh staf pelatih Timnas Indonesia, Eka Sanjaya, didampingi tim teknis lokal Coach Areif Wichaksono dan Abdul Khalik.
Para peserta menjalani serangkaian penilaian melalui simulation game dan situation game. Fokus utama penilaian meliputi aspek teknik, taktik, fisik, hingga mental bertanding para pemain di lapangan.
Nantinya, hasil penilaian akan dikirim ke pusat untuk diputuskan oleh pelatih kepala Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto.
Di sisi lain, Exco Bidang Kompetisi AFP Sumbar, Vembi Fernando, menekankan pentingnya pembinaan yang terintegrasi di daerah.
Ia berharap federasi mulai serius menggarap kompetisi kelompok umur, khususnya di bawah usia 19 tahun.
“Kita berharap kompetisi usia di bawah 19 tahun mulai digarap serius oleh federasi, sehingga daerah bisa menggerakkan pembinaan dari AFKOT dan AFKAB secara masif,” pungkas Vembi. (*)






