Berita

Resmi Perkuliahan Perdana S2 Hukum Universitas Dharma Andalas Diikuti 31 Mahasiswa

×

Resmi Perkuliahan Perdana S2 Hukum Universitas Dharma Andalas Diikuti 31 Mahasiswa

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Tonggak baru dalam ranah pendidikan perguruan tinggi swasta di Sumatera Barat resmi dimulai.

Program Pascasarjana Magister Hukum Universitas Dharma Andalas (Unidha) telah secara resmi menyelenggarakan proses perkuliahan bagi mahasiswa angkatan pertamanya sejak awal Oktober lalu.

Kehadiran program magister ini mendapat respons yang sangat positif dari publik. Hal tersebut dibuktikan dengan masuknya 31 mahasiswa baru yang telah terdaftar secara resmi jumlah yang melampaui target awal dari tim panitia penerimaan.

Menjawab Kebutuhan Daerah dan Era Digital

Dekan Fakultas Hukum, Sosial, dan Humaniora, Dr. Azmi Fendri, S.H., M.Kn., mengungkapkan bahwa pembentukan program magister ini dirancang guna merespons kebutuhan mendasar institusi serta masyarakat Sumatera Barat.

Menurutnya, terdapat tiga target utama yang diusung oleh pihak fakultas.

Fokus pertama mencakup pengembangan kapabilitas para lulusan. “Kami ingin terus meningkatkan kualitas sekaligus kuantitas lulusan hukum yang kompeten, berintegritas, dan mampu menjawab persoalan hukum yang semakin beragam di masyarakat,” ujarnya.

Poin kedua menekankan pada penguatan sinergi strategis. Kehadiran program ini diharapkan mampu menjadi mitra penyokong bagi pemerintah daerah maupun jajaran penegak hukum dalam hal penyusunan formulasi kebijakan, penyelesaian isu-isu hukum, hingga pemberian pemahaman hukum kepada publik.

Baca Juga  BMKG Teluk Bayur Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi di Sumbar

Selanjutnya, keberadaan program studi baru ini diproyeksikan dapat mendongkrak standar akademik perguruan tinggi secara menyeluruh menuju status akreditasi unggul.

Pembukaan program Magister Hukum menjadi pendorong sekaligus tolok ukur bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan standar mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, ujar azmi fendri.

Di sisi lain, Ketua Program Studi S2 Hukum, Dr. Engrina Fauzi, S.H., M.H., memaparkan bahwa pendirian prodi ini dilatarbelakangi oleh perkembangan dinamika sosial serta kompleksitas permasalahan hukum di era modern.

Kompleksitas tersebut memerlukan analisis ilmiah yang mendalam melampaui tataran normatif jenjang sarjana (S1), khususnya dalam memecahkan kekosongan hukum dan munculnya beragam dinamika hukum baru.

Ia turut menyoroti fokus program dalam mencetak periset hukum yang adaptif, terampil, dan mampu merespons tantangan serta persoalan hukum pada era digitalisasi saat ini.

Baca Juga  Polwan Polda Sumbar Gelar Donor Darah Peringati Hari Jadi ke-78

Sistem Perkuliahan Fleksibel dan Pembelajaran Lintas Profesi

Proses pembelajaran di Magister Hukum Unidha disusun secara fleksibel pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, serta ditunjang dengan opsi perkuliahan berbasis dalam jaringan (daring/online).

Komposisi mahasiswa pada angkatan pertama ini diisi oleh latar belakang pekerjaan yang heterogen, mulai dari anggota kepolisian, praktisi advokat, tenaga kesehatan, hingga insan pers.

Keragaman latar belakang ini diyakini dapat memperkaya diskusi akademik serta sudut pandang hukum dalam ranah praktis.

Dari sisi penjaminan mutu, Unidha menjalin kemitraan akademis dengan Universitas Andalas, di mana mayoritas staf pengajar berasal dari kampus ternama tersebut.

Seluruh rangkaian studi dirancang mencakup total beban 56 SKS, yang melingkupi mata kuliah wajib, mata kuliah pilihan, serta penulisan tesis.

Para mahasiswa angkatan pertama yang telah memulai aktivitas akademiknya sejak awal Oktober ini memegang peran penting sebagai perintis.

Langkah awal ini diharapkan mampu melahirkan para praktisi serta akademisi hukum yang bijak, profesional, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas. (*)