Berita

PTP Nonpetikemas Teluk Bayur Layani Ekspor 18.000 Ton Turunan Sawit

×

PTP Nonpetikemas Teluk Bayur Layani Ekspor 18.000 Ton Turunan Sawit

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Teluk Bayur mempertegas posisinya sebagai pintu gerbang logistik utama di Sumatera Barat (Sumbar).

Hal ini ditandai dengan kesuksesan layanan muat kapal MT Southern Anoa yang bersandar dengan aman di Dermaga Khusus Curah (DKC) 1 Gaung, Pelabuhan Teluk Bayur.

Kapal berbendera Liberia dengan panjang (LOA) 146 meter dan bobot 11.863 GT ini dipimpin oleh Capt. Diana Jigger.

Dalam operasional kali ini, kapal tersebut mengangkut total 18.000 ton produk turunan kelapa sawit yang ditujukan untuk pasar ekspor ke Port Qasim, Pakistan.

Muatan tersebut terdiri dari 4.300 ton RBDPO, 5.000 ton ROL, serta 8.700 ton RBDPS.

Lonjakan Performa Operasional 2026

Meski pada tahun 2025 realisasi throughput tercatat sebesar 5,79 juta ton (97% dari target RKAP) akibat kendala logistik pasca banjir bandang di Sumbar, PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur menunjukkan pemulihan signifikan pada awal tahun 2026.

Baca Juga  Jalur Lembah Anai Padang-Bukittinggi Buka 24 Jam Mulai 1 April 2026

Hingga Triwulan I tahun 2026, capaian throughput telah menyentuh angka 1,51 juta ton. Angka ini mencapai 118,69% di atas target yang ditetapkan, atau mengalami kenaikan volume sebesar 11,03% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang sebesar 1,36 juta ton.

Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur, Fauzi, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran distribusi barang nasional.

“PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur berkomitmen penuh dalam mendukung distribusi dari dan ke Sumatera Barat. Saat ini, langkah strategis terbaru kami fokuskan pada Optimalisasi DKC 2 Gaung. Hal ini dilakukan guna merespons peningkatan volume produksi seiring dengan beroperasinya pabrik refinery kedua milik PT Padang Raya Cakrawala,” ujar Fauzi.

Baca Juga  Jemaah Haji Kloter 10 Padang Tiba Usai Terjebak Macet Silaiang

Digitalisasi dan Transformasi Hijau

Dalam meningkatkan layanan bagi para mitra strategis, PTP Nonpetikemas kini telah mengadopsi sistem digitalisasi penuh.

Pengguna jasa dapat mengajukan layanan secara daring melalui Integrated Billing System (IBS) yang terintegrasi dengan Pelindo Terminal Operating System Multipurpose (PTOSM).

Sistem ini memungkinkan monitoring posisi layanan secara real-time tanpa perlu tatap muka.

Selain transformasi digital, efisiensi operasional juga didukung oleh teknologi ramah lingkungan.

Perusahaan telah mengimplementasikan elektrifikasi pada alat bongkar muat utama dengan mengoperasikan tiga unit Gantry Jib Crane untuk mempercepat arus logistik di pelabuhan. (*)