Berita

Prakiraan Cuaca Sumbar, BMKG Prediksi Kondisi Berawan dan Udara Kabur

×

Prakiraan Cuaca Sumbar, BMKG Prediksi Kondisi Berawan dan Udara Kabur

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan rilis mengenai kondisi cuaca di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) untuk Senin, 25 Mei 2026, yang mana sebagian besar daerah diproyeksikan akan diselimuti oleh cuaca berawan.

Walaupun pemodelan menunjukkan tidak adanya indikasi kemunculan cuaca ekstrem, warga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pergeseran kondisi atmosfer secara tiba-tiba.

Merujuk pada paparan data resmi milik BMKG, fenomena udara kabur diprediksi akan menyelimuti atmosfer di beberapa titik, dengan konsentrasi utama di Kota Padang, Kota Solok, serta Kota Padang Panjang.

Di pihak lain, sejumlah wilayah seperti Sawahlunto, Bukittinggi, Payakumbuh, dan Pariaman diproyeksikan akan didominasi oleh cuaca berawan yang bertahan sepanjang hari.

Guna mengantisipasi perubahan situasi alam tersebut, BMKG menyarankan masyarakat agar selalu menyediakan alat pelindung seperti payung ataupun jas hujan sebelum melakukan mobilitas di luar ruangan.

Upaya penyiapan ini dinilai krusial sebagai langkah mitigasi personal seandainya terjadi perubahan cuaca mendadak di lapangan.

Untuk wilayah Kota Padang, parameter cuaca menunjukkan kecenderungan udara kabur disertai paparan suhu udara yang berkisar di angka 22 hingga 27 derajat Celcius.

Di samping itu, tingkat kelembapan udara di ibu kota provinsi ini diestimasikan berada pada level yang cukup tinggi, yaitu di rentang 68 sampai 91 persen.

Baca Juga  Prakiraan Cuaca Sumbar 26-28 Mei, Pasaman Barat Waspada

Situasi yang tidak jauh berbeda diproyeksikan bakal melanda Kota Solok. Daerah tersebut berpotensi mengalami kondisi udara kabur dengan catatan suhu udara harian sekitar 21 hingga 27 derajat Celcius, serta indeks kelembapan udara yang menyentuh angka 62 sampai 90 persen.

Sementara itu, wilayah Kota Sawahlunto diprakirakan akan melewati hari dengan kondisi cuaca berawan.

Suhu udara di kota ini diprediksi bergerak antara 23 hingga 30 derajat Celcius, dengan persentase tingkat kelembapan berada pada kisaran 56 sampai 91 persen.

Beralih ke Kota Padang Panjang, fenomena udara kabur diperkirakan masih memegang kendali penuh.

Pada wilayah yang dikenal bertemperatur sejuk tersebut, suhu udara diestimasikan berada pada angka 20 hingga 25 derajat Celcius, yang dibarengi dengan tingkat kelembapan udara tinggi mencapai 68 hingga 99 persen.

Selanjutnya bagi Kota Bukittinggi, BMKG memetakan bahwa wilayah tersebut akan diselimuti cuaca berawan dari pagi hingga malam hari.

Temperatur udara di sana diprediksi berkisar antara 18 hingga 24 derajat Celcius, dengan kelembapan udara yang berada di angka 65 sampai 97 persen.

Kondisi atmosfer berawan juga dilaporkan akan menaungi wilayah Kota Payakumbuh. Catatan suhu udara untuk daerah ini diproyeksikan berada pada rentang 21 hingga 28 derajat Celcius, sementara tingkat kelembapannya berada di kisaran 59 sampai 91 persen.

Baca Juga  Kisah Cindy Monica, Anggota DPR RI Termuda Asal Sumatera Barat

Adapun untuk Kota Pariaman, kondisi cuaca diprakirakan berawan dengan karakteristik suhu yang cenderung lebih hangat daripada wilayah lainnya, yakni menyentuh angka 26 hingga 30 derajat Celcius.

Tingkat kelembapan udara di wilayah pesisir pantai ini diestimasikan bergerak pada rentang persentase 70 hingga 89 persen.

Pihak BMKG memberikan penegasan bahwa seluruh rincian prakiraan cuaca yang dikeluarkan ini diperoleh dari hasil pengolahan data teknologi pemodelan komputer berbasis Numerical Weather Prediction (NWP).

Oleh sebab itu, dinamika cuaca aktual yang terjadi secara nyata di tempat terbuka masih sangat dinamis dan berpeluang berubah sewaktu-waktu, selaras dengan faktor-faktor atmosfer yang memengaruhinya.

Masyarakat pun sangat diharapkan untuk terus memantau informasi dan pembaruan cuaca berkala yang dirilis oleh BMKG.

Langkah ini penting agar warga dapat mengorganisasi agenda harian mereka dengan baik sekaligus meminimalkan dampak buruk dari perubahan cuaca yang datang mendadak, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar gedung maupun yang sedang melakukan perjalanan lintas kota di Sumbar. (*)