Berita

Pokdarwis LuBariTa Resmi Dibentuk di Kecamatan Lubuk Kilangan

×

Pokdarwis LuBariTa Resmi Dibentuk di Kecamatan Lubuk Kilangan

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Sektor pariwisata berbasis kemasyarakatan di wilayah Kecamatan Lubuk Kilangan kini resmi memiliki wadah penggerak baru.

Langkah strategis ini ditandai dengan dibentuknya secara resmi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) bernama “LuBariTa”, Sabtu (13/6/2026), yang diproyeksikan menjadi motor utama dalam menggali, mengelola, serta mempromosikan seluruh potensi wisata lokal di kawasan tersebut.

Agenda pembentukan wadah kepariwisataan ini dihadiri oleh jajaran perwakilan unsur masyarakat, tokoh pemuda, pemerhati sektor wisata, hingga rupa-rupa pihak yang menaruh perhatian pada kemajuan pariwisata daerah.

Jalannya musyawarah dilaporkan berlangsung dinamis, penuh semangat kebersamaan, serta komitmen kuat untuk memajukan destinasi setempat.

Pembentukan Pokdarwis “LuBariTa” ini diinisiasi secara langsung oleh Ketua Umum Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Provinsi Sumatera Barat, Rio Han De Vis.

Langkah ini diambil sebagai wujud nyata dukungan terhadap terciptanya destinasi wisata berkelanjutan yang memposisikan warga lokal sebagai pelaku utamanya.

Dalam penyampaian sambutannya, Rio Han De Vis menggarisbawahi bahwa kesuksesan dari pembangunan sektor pariwisata mutlak bertumpu pada andil aktif dari masyarakat itu sendiri.

“Kita memiliki kekayaan alam, budaya, dan potensi wisata yang luar biasa. Namun semua itu tidak akan berkembang tanpa adanya kesadaran, kepedulian, dan keterlibatan masyarakat. Pokdarwis LuBariTa hadir untuk menyatukan semangat tersebut agar potensi yang ada dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” papar Rio.

Baca Juga  Tiga Rumah di Lubuk Kilangan Padang Terbakar, Kerugian Rp800 Juta

Melalui mekanisme rembuk warga yang berjalan demokratis dan penuh nuansa kekeluargaan, para peserta rapat menyepakati secara mufakat susunan struktur kepengurusan perdana Pokdarwis “LuBariTa” sebagai berikut:

  • Ketua: Ruslim
  • Sekretaris: Refmaida
  • Bendahara: Dasrizal

Selaku ketua yang memegang mandat terpilih, Ruslim mengutarakan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang didelegasikan kepadanya untuk mengomandoi organisasi baru ini.

Dirinya turut mengajak segenap elemen masyarakat untuk bahu-membahu membangun sektor kepariwisataan yang berdaya guna bagi daerah.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan generasi muda sangat dibutuhkan agar Pokdarwis LuBariTa dapat menjalankan program-program yang bermanfaat serta mampu membawa perubahan positif bagi pengembangan wisata di Lubuk Kilangan,” ungkap Ruslim.

Sebagai pijakan awal di lapangan, Pokdarwis “LuBariTa” dilaporkan bakal mencurahkan fokus pada deretan program prioritas kerja.

Baca Juga  Penataan Pasar Bandar Buat Padang, DPRD Tantang Pemko Serius Tertibkan PKL

Di antaranya meliputi penanaman kesadaran warga seputar implementasi Sapta Pesona, pelaksanaan aksi gotong royong dan pembersihan area destinasi, penguatan promosi wisata lokal berbasis media digital, eskalasi kapasitas kapasitas SDM pariwisata, pengemasan wisata minat khusus layaknya wisata sungai dan olahraga arung jeram, hingga perajutan kemitraan bersama pemerintah, sektor usaha, serta komunitas.

Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu memicu momentum kebangkitan pariwisata di Kecamatan Lubuk Kilangan.

Selain berperan krusial dalam menjaga proteksi lingkungan serta adat budaya setempat, geliat pariwisata ini diyakini memiliki kapabilitas untuk membuka lapangan usaha baru sekaligus mendongkrak taraf ekonomi warga.

Berbekal spirit kolaboratif dan budaya gotong royong, Pokdarwis “LuBariTa” menyatakan kesiapannya untuk tampil di garda terdepan guna mewujudkan kawasan wisata yang bersih, aman, tenteram, ramah, sekaligus kompetitif.

Mengenai profil singkatnya, Pokdarwis “LuBariTa” merupakan organisasi berbasis kemasyarakatan yang didirikan dengan tujuan menyokong penuh laju pariwisata melalui partisipasi aktif warga, dengan tetap menjunjung nilai luhur gotong royong, perlindungan ekosistem alam, pelestarian budaya lokal, dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. (*)