SERUNI.CO – Memasuki usia ke-65 tahun pada 29 Maret 2026, PT Hutama Karya (Persero) menunjukkan kematangan performa dengan mencatatkan kinerja keuangan yang impresif.
Berdasarkan laporan keuangan audited tahun buku 2025, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp3,09 triliun, atau tumbuh 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).
Pencapaian laba tersebut diikuti dengan perbaikan struktur keuangan yang signifikan. Total liabilitas perusahaan turun sebesar 17,4%, dari Rp58,04 triliun menjadi Rp47,92 triliun.
Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa efisiensi operasional dan disiplin pengelolaan beban keuangan telah berjalan efektif di tubuh BUMN infrastruktur ini.
Efisiensi dan Penguatan Ekuitas
Hutama Karya mencatat laba usaha sebesar Rp2,74 triliun, naik 10,2% YoY. Efisiensi besar terlihat pada beban keuangan yang berhasil ditekan sebesar 24,5%, dari Rp1,64 triliun menjadi Rp1,24 triliun dalam satu tahun.
Dari sisi posisi keuangan, ekuitas perusahaan menguat menjadi Rp141,18 triliun tanpa adanya tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) baru di tahun 2025.
Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menegaskan bahwa performa tahun 2025 merupakan hasil dari transformasi menyeluruh yang konsisten.
“Pertumbuhan yang kami catatkan selalu berbasis ekspansi dengan mitigasi risiko. Ini adalah pertumbuhan yang dijaga kualitasnya. Laba bertumbuh, utang turun, ekuitas menguat. Kami berkomitmen mempertahankan trajektori ini sebagai fondasi jangka panjang,” jelas Koentjoro.
Dominasi Pendapatan Jalan Tol dan Ekspansi KPBU
Sektor pengoperasian jalan tol menjadi kontributor pertumbuhan tercepat dengan kenaikan 26,8% YoY.
Pendapatan dari segmen ini mencapai Rp17,33 triliun, menyumbang 68,9% dari total pendapatan eksternal perusahaan yang mencapai Rp25,13 triliun.
Hutama Karya juga aktif memperkuat pondasi bisnis melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Beberapa proyek strategis yang berhasil diraih antara lain:
- KPBU Flyover Panorama I Sitinjau Lauik (Sumbar): Nilai investasi Rp2,7 triliun.
- KPBU Trans Papua Jayapura–Wamena: Nilai investasi Rp3,3 triliun.
- Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS): Ruas Betung–Tempino–Jambi Seksi 4 mulai beroperasi komersial pada September 2025.
Era Baru di Bawah Danantara
Sejarah panjang Hutama Karya, yang berawal dari Hollandsche Beton Maatschappij, kini memasuki babak baru. Sejak Juli 2025, kepemilikan perusahaan resmi beralih kepada PT Danantara Asset Management (Persero).
Di usia ke-65, perusahaan tetap memegang mandat besar dalam menjaga konektivitas nasional.
“Bahwa perusahaan yang lahir dari semangat membangun republik ini masih relevan, masih produktif, dan masih dipercaya untuk mengemban tugas-tugas terbesar bangsa,” pungkas Koentjoro. (*)












