Berita

Gunung Marapi Erupsi Lagi, Semburkan Abu Tebal Setinggi 2.000 Meter

×

Gunung Marapi Erupsi Lagi, Semburkan Abu Tebal Setinggi 2.000 Meter

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Aktivitas vulkanik Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menunjukkan peningkatan signifikan lewat letusan baru yang terjadi pada Sabtu pagi (30/5/2026) tepat pukul 08.42 WIB.

Dari hasil pengamatan visual, tinggi kolom abu yang keluar dari kawah dilaporkan mencapai kisaran ± 2.000 meter di atas bagian puncak, atau setara dengan ± 4.891 meter di atas permukaan laut.

Hembusan kolom abu vulkanik tersebut terpantau memiliki warna kelabu disertai intensitas yang tebal, dengan pergerakan yang cenderung condong mengarah ke sektor timur laut.

Berdasarkan rilis data resmi dari Asep Antoni selaku petugas di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA), manifestasi letusan kali ini terekam secara jelas pada instrumen seismogram, dengan indikasi amplitudo maksimum menyentuh angka 30 mm serta waktu durasi gempa hembusan selama ± 1 menit 25 detik.

Baca Juga  Kilas Balik Hancurnya Krakatau 1883, Hujan Abu Anak Krakatau Menggapai Jakarta 2026

Asep Antoni memberikan penegasan bahwa tingkat aktivitas serta status hukum Gunung Marapi untuk periode saat ini dipastikan masih bertahan di Level II (Waspada).

Selaras dengan ketetapan status tersebut, pihak PGA menerbitkan rekomendasi penting bagi warga lokal yang tinggal di sekitar kawasan gunung, maupun bagi kalangan pendaki, pelancong, serta wisatawan, untuk tidak mendekat apalagi menggelar rupa-rupa aktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari area pusat pelepasan erupsi atau Kawah Verbeek Gunung Marapi.

Di samping itu, imbauan kewaspadaan juga dialamatkan kepada kelompok masyarakat yang mendiami kawasan lembah, area aliran, hingga zona bantaran dari sungai-sungai yang hulu airnya bermuara langsung di bagian puncak Gunung Marapi.

Langkah antisipasi ini dinilai krusial guna meminimalkan risiko dari potensi ancaman bahaya banjir lahar dingin, yang sewaktu-waktu dapat terpicu terutama ketika memasuki musim penghujan.

Baca Juga  Gunung Marapi Erupsi Lagi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.600 Meter

“Dan jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA), serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit. Selain itu agar mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh,” urai Asep Antoni memberikan penjelasan.

Lebih jauh, petugas pengamat tersebut meminta kepada seluruh elemen masyarakat maupun pihak terkait untuk senantiasa merawat kondusivitas lingkungan sekitar, tidak ikut memproduksi serta mendistribusikan kabar ataupun narasi bohong (hoax), serta tidak mudah terombang-ambing oleh rupa-rupa isu yang validitas sumbernya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Publik diharapkan untuk selalu bersikap patuh pada petunjuk dan arahan resmi yang dikeluarkan oleh jajaran pemerintah daerah setempat. (*)