SERUNI.CO – Inisiasi seni kolektif GUA lokal kembali menghadirkan program unggulannya, Kumpul IV, yang akan berlangsung pada 5 Juni hingga 7 Juli 2026 di Medan, Sumatera Utara.
Ajang ini menjadi ruang pertemuan strategis bagi para seniman visual lintas wilayah di Sumatera untuk bertukar gagasan, karya, dan pemikiran kritis.
Melanjutkan keberhasilan edisi sebelumnya pada 2025, Kumpul IV dirancang sebagai ekosistem yang mempertemukan seniman dengan audiens melalui tiga rangkaian utama: Open Call, Ruang Temu, dan Simpul (Pameran Kelompok).
Rangkaian Program: Dari Penjaringan Hingga Diskusi Interaktif
Program ini diawali dengan tahapan Open Call pada April hingga Mei 2026. Undangan ini terbuka bagi seluruh pegiat seni yang berdomisili di Sumatera dengan beragam medium praktik, mulai dari seni lukis, digital, fotografi, film, instalasi, hingga performance art.
Pengumuman peserta Ruang Temu akan dilakukan melalui akun Instagram @gua_lokal pada 20 Mei 2026.
Para peserta terpilih kemudian akan mempresentasikan karya mereka dalam forum diskusi interaktif di Clapham Collective pada 6 Juni 2026.
Simpul: Pameran Keberagaman Praktik Seni Sumatera
Salah satu sorotan utama Kumpul IV adalah Simpul, sebuah pameran kelompok yang menampilkan karya dari 8 seniman terpilih yang mewakili berbagai titik geografis di Sumatera.
Pameran ini bertujuan memperluas pembacaan lintas konteks dan generasional.
Berikut adalah daftar seniman yang terlibat dalam Simpul:
- Aceh: Yulfa Haris Saputra.
- Medan: Ai, Simu Anugrah, dan Winarto Kartupat.
- Bengkulu: Rara Almada Mutiara.
- Padang: Imam Teguh sy, Jimmi Kartolo, dan Nanda Pradinhe.
Sejak Maret hingga Mei 2026, para seniman ini telah menjalani proses diskusi intensif bersama tim GUA lokal untuk membedah bahasa visual dan memperkuat narasi kekaryaan mereka sebelum dipresentasikan ke publik.
Seni sebagai Situasi yang Terus Bergerak
GUA lokal menegaskan posisinya bukan sekadar fasilitator pameran, melainkan mediator percakapan seni yang dinamis.
“Kumpul tidak kami bayangkan sebagai ruang pamer yang selesai, tetapi sebagai situasi yang terus bergerak, di mana karya, seniman, dan audiens saling menguji dan membentuk satu sama lain,” ujar Jernih, perwakilan GUA lokal.
Ia menambahkan bahwa perbedaan bentuk dan tema dalam pameran ini justru diharapkan dapat saling berbenturan untuk membuka kemungkinan baru dalam membaca praktik seni rupa kontemporer saat ini.
Sekilas Mengenai GUA Lokal
Berbasis di Jl. Kalingga 14, Medan, GUA lokal konsisten mendorong pemaparan praktik perupa lokal sejak 2022.
Selain program Kumpul, GUA lokal juga menghadirkan Kutu Rupa, sebuah ruang baca seni rupa kritis yang bekerja sama dengan Penerbit Gang Kabel.
Kutu Rupa terbuka untuk publik setiap Selasa hingga Minggu, pukul 11.00 – 19.00 WIB.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai mekanisme pengiriman karya dan detail program, masyarakat dapat mengakses situs resmi gualokal.com atau memantau akun media sosial mereka. (*)







