Berita

Viral Juru Parkir Cekcok dengan Pengendara Mobil di Kota Bukittinggi

×

Viral Juru Parkir Cekcok dengan Pengendara Mobil di Kota Bukittinggi

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video perselisihan antara seorang juru parkir dengan pengendara mobil di kawasan Belakang Balok, Bukittinggi, Rabu (8/4/2026).

Video yang awalnya diunggah oleh akun TikTok Nora Yusra tersebut kini menjadi perbincangan hangat setelah dibagikan ulang oleh berbagai akun informasi lokal, termasuk Instagram Kaba Bukittinggi.

Berdasarkan keterangan dalam video tersebut, insiden bermula saat sebuah mobil baru saja berhenti di lokasi kejadian.

Perekam video yang merupakan penumpang mobil merasa keberatan karena dimintai biaya parkir sesaat setelah sampai, padahal mesin kendaraan belum dimatikan.

Baca Juga  SMPN 1 Bukittinggi Raih Capaian Tertinggi pada TKA 2026

“Baru berhenti belum mati mesin mobil, dia sudah minta uang parkir,” ungkap perekam video dalam unggahan tersebut.

Persoalan Karcis Parkir Resmi

Ketegangan memuncak ketika pihak pengendara meminta juru parkir tersebut menunjukkan karcis parkir resmi sebagai bukti pungutan sah.

Namun, oknum juru parkir itu tidak mampu memperlihatkan dokumen yang diminta.

Akibatnya, kedua belah pihak terlibat adu mulut. Pengendara bersikeras menolak membayar jika tidak ada karcis resmi, sementara juru parkir tersebut justru menantang balik agar kejadian itu diviralkan ke media sosial.

Viralnya video ini memicu reaksi keras dari warganet. Banyak netizen yang merasa resah dengan praktik parkir yang diduga liar di Kota Jam Gadang tersebut.

Baca Juga  Police Women Run IV-2026 jadi Momentum Polwan Dekatkan Diri dengan Masyarakat

Mereka meminta Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi untuk segera mengambil tindakan tegas.

Sejumlah netizen bahkan langsung menandai akun resmi Wali Kota Bukittinggi untuk meminta perhatian serius terkait masalah ini.

“Mohon dibereskan, @ramlannurmatias,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemko Bukittinggi mengenai tindak lanjut atau keterangan terkait perdebatan viral yang terjadi di kawasan Belakang Balok tersebut. (*)