SERUNI.CO – Perjuangan melintasi lautan menuju Kepulauan Mentawai membuahkan hasil manis bagi kontingen Kota Bukittinggi.
Pejudo Rahmad Ardi, yang akrab disapa Didi Pakiah, sukses menyumbangkan medali emas dari cabang olahraga Judo pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat (Sumbar) 2026.
Turun di kelas -60 kilogram putra, Didi memperagakan performa gemilang di atas matras hingga berhasil mengunci predikat terbaik usai menundukkan lawan-lawannya.
“Alhamdulillah, keberhasilan Didi dan atlet lainnya menjadi bukti bahwa atlet Bukittinggi mampu bersaing di tingkat provinsi,” kata Ketua Kontingen Porprov Bukittinggi, Ibnu Asis, Jumat (9/10/2026).
Ibnu menegaskan capaian tersebut tentu tidak terlepas dari kerja keras para atlet, pelatih, ofisial, serta dukungan pemerintah daerah dan masyarakat Kota Bukittinggi.
“Bagi para atlet, Porprov bukan hanya tentang medali, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan, mendapatkan pengalaman bertanding, serta membangun mental juara,” kata Ibnu.
Torehan medali emas dan perak dari gelanggang Judo ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi atlet kontingen Bukittinggi lainnya yang masih berjuang di berbagai cabang olahraga Porprov XVI Sumbar 2026.
Berdasarkan rekapan data resmi sementara, tim Judo Bukittinggi total mengemas lima medali dari arena pertandingan yang berpusat di Hall Badminton, Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Perolehan tersebut disumbangkan oleh Didi Pakiah dengan torehan satu medali emas dan satu perunggu, Hamdani Rahmatullah yang merebut emas di kelas +100 kg, serta Tiara Putri Widozan yang menyabet satu perak dan satu perunggu.
Di luar matras Judo, sosok Didi Pakiah juga dikenal rutin menjaga kondisi fisiknya di lapangan hijau. Ia tercatat beberapa kali mengantar tim Baso FC menjuarai turnamen sepak bola lokal.
Pria yang telah dikaruniai satu anak ini sehari-hari mendedikasikan dirinya sebagai guru berstatus honorer di salah satu sekolah dasar di wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat.












