Berita

Agam Hujan Deras, Jalur Matur-Palembayan Putus Kelok 44 dan Labuah Sampik Longsor

×

Agam Hujan Deras, Jalur Matur-Palembayan Putus Kelok 44 dan Labuah Sampik Longsor

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Tingginya curah hujan yang melanda wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kembali memicu rentetan bencana tanah longsor di beberapa infrastruktur jalan vital.

Dampak cuaca ekstrem ini merusak kembali titik-titik jalan yang sebenarnya tengah berada dalam tahap perbaikan pascabencana.

Kerusakan signifikan kembali terjadi di jalur provinsi lintas Matur–Palembayan, khususnya di kawasan Sungai Taleh, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan.

Pada saat yang bersamaan di Palembayan, kendala lalu lintas juga terjadi di ruas jalan Labuah Sampik, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.

Badan jalan yang sedang ditangani secara fisik runtuh kembali setelah diterjang aliran air deras.

Sekretaris Camat Palembayan, Harfi Yendo, membenarkan terjadinya kerusakan ulang pada proyek pemulihan jalan tersebut.

“Ruas yang sebelumnya terban, kembali runtuh akibat hujan. Saat ini, akses jalan tidak bisa dilewati kendaraan roda 4,” sebutnya.

Menurut Harfi, titik Sungai Taleh memang sedang diusahakan perbaikannya lantaran badan jalan sebelumnya sudah amblas ke dalam jurang akibat erosi tanah.

Baca Juga  Patroli Dini Hari Satpol PP Padang Amankan Belasan Remaja dan Minol

Mengingat cuaca yang belum membaik, pihaknya mengimbau para pengendara untuk selalu bersiap dan berhati-hati.

“Kami himbau warga untuk ekstra waspada, hindari ruas jalan rawan, kalau terpaksa menempuh jalur itu, harap berhati-hati,” sebut Sekcam Palembayan itu.

Masih di wilayah Kecamatan Palembayan, gangguan arus lalu lintas juga melanda kawasan Labuah Sampik, Nagari Salareh Aia.

Endapan material tanah longsor sempat menutupi permukaan badan jalan akibat guyuran hujan lebat.

Guna memulihkan konektivitas, tim gabungan di lokasi langsung memobilisasi alat berat untuk menyingkirkan tumpukan tanah. Langkah cepat ini membuat kendaraan dapat kembali melintasi jalur tersebut.

Sementara itu, gangguan lalu lintas cukup parah melanda jalur utama yang menghubungkan Lubukbasung dan Bukittinggi, tepatnya di kawasan Kelok 44.

Puluhan karung pasir yang sebelumnya terpasang sebagai penahan darurat tergerus debit air yang melonjak drastis.

Ketiadaan saluran drainase yang memadai membuat material karung pasir tersebut hanyut dan menutup badan jalan provinsi, sehingga memicu antrean kendaraan yang mengular dari dua arah.

Baca Juga  Motif Dendam Lama, Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan di Palembayan Agam

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Abdul Ghofur mengatakan, alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor dan membuka kembali akses antarkabupaten tersebut.

“Alat berat sedang bekerja membuka akses Bukittinggi-Lubuk Basung kembali,” kata Abdul.

Abdul menjelaskan, insiden longsor tersebut berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB seusai hujan deras melanda kawasan Maninjau sejak pukul 14.00 WIB.

Tumpukan karung penahan yang mulanya ditempatkan di sekitar Kelok 10 terban hingga jatuh menutupi permukaan jalan di titik Kelok 8.

Pihak BPBD mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Laporan awal diterima dari petugas Kampung Siaga Bencana (KSB) serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) pada pukul 15.13 WIB, yang langsung ditindaklanjuti dengan pembersihan lintas sektor demi menormalisasi arus lalu lintas.

Rangkaian kejadian ini kembali mempertegas pentingnya kewaspadaan tinggi bagi para pengguna jalan yang melintasi kawasan rawan bencana di Kabupaten Agam selama musim penghujan. (*)