Berita

Koperasi Desa Merah Putih yang Dinilai Tidak Ideal, Ini Kata Menkop

×

Koperasi Desa Merah Putih yang Dinilai Tidak Ideal, Ini Kata Menkop

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Sorotan publik tengah mengarah pada proyek Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Hal ini terjadi usai beberapa area pembangunannya menjadi perbincangan hangat serta viral di jejaring media sosial karena letaknya yang dianggap tidak biasa.

Sejumlah Kopdes dilaporkan berdiri di area dekat pemakaman umum, kawasan lereng gunung, hingga ada bangunan yang ditempatkan berhadapan satu sama lain.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memberikan tanggapan terkait kontroversi tersebut. Ia menyampaikan bahwa jumlah lokasi yang dinilai kurang pas sebetulnya sangat terbatas jika dibandingkan dengan keseluruhan Kopdes yang sedang didirikan.

Dari total kuranglebih 30.000 titik, Ferry memperkirakan tempat yang bermasalah tidak sampai 10 lokasi.

“Saya pernah juga menyampaikan bahwa yang tidak ideal itu mungkin kurang dari 10 dari 30 ribuan yang sedang dibangun,” kata Ferry dalam tayangan Youtube Filonomics, Selasa (1/9/2026).

Baca Juga  Mobil Honda Freed Terbakar di Depan McDonald’s Ahmad Yani Padang

Ia menambahkan bahwa pihak pemerintah bersikap terbuka atas masukan serta tanggapan publik perihal penetapan tempat tersebut.

Walau demikian, Ferry menerangkan penetapan posisi pembangunan Kopdes merupakan hasil kesepakatan bersama lewat proses musyawarah desa.

“Bukan kita menafikan masukan itu, tapi penentuan lokasi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, meskipun itu tidak ideal, itu sudah dilaksanakan melalui musyawarah di desa, gitu,” ujarnya.

Lebih jauh, Menkop memaparkan bahwa jajaran pemerintah desa mempunyai latar belakang pertimbangan tersendiri saat menetapkan area fisik bangunan.

Beberapa hal yang menjadi faktor penentu keputusan tersebut di antaranya keterbatasan lahan serta situasi geografis di wilayah setempat.

Oleh sebab itu, jika muncul lokasi yang belakangan dirasa kurang tepat, Ferry menilai aparatur desa turut memegang tanggung jawab untuk merumuskan langkah penyelesaiannya.

Baca Juga  Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Mahyeldi Tekankan Kemandirian Fiskal

“Jadi mereka sendiri yang menentukan itu. Jadi meeka pasti juga punya pertimbangan. Kalaupun misalkan ada lokasi yang tidak ideal itu, nanti mereka akan mencarikan solusinya gitu,” ungkap dia.

Perdebatan mengenai posisi Kopdes ini mengemuka setelah beberapa wujud bangunan yang dianggap tidak biasa memicu banyak perbincangan di media sosial.

Letaknya yang terbilang unik memantik perhatian publik, lantaran mencakup kawasan di sekitar tempat pemakaman umum (TPU), wilayah lereng gunung, hingga bangunan Kopdes yang posisinya saling berhadapan.

Walau begitu, Ferry berpandangan situasi tersebut tidak dapat dijadikan tolok ukur untuk menilai seluruh pelaksanaan proyek Kopdes secara umum.

Sebab, lokasi yang dianggap kurang lazim itu hanya mencakup bagian sangat kecil dari puluhan ribu titik pembangunan Kopdes yang tersebar di pelbagai wilayah. (*)