SERUNI.CO – TACO terus memperkuat komitmennya dalam mendorong penerapan desain sirkular di industri interior nasional dengan mengajak para desainer dan arsitek memperhitungkan siklus hidup material, selain aspek fungsi serta estetika.
Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama Studio Banda dalam meluncurkan instalasi “Modulus Laminata” di Bali.
Inisiatif pemanfaatan sisa material High Pressure Laminate (HPL) ini dihadirkan untuk memperluas pemahaman mengenai pengelolaan material yang bertanggung jawab, sekaligus membuktikan bahwa potensi baru dapat tercipta dari sisa produksi yang diolah dengan pendekatan kreatif tepat.
Melalui instalasi “Modulus Laminata”, TACO dan Studio Banda mengeksplorasi potensi material HPL yang sebelumnya dianggap limbah agar bertransformasi menjadi elemen desain yang fungsional sekaligus bernilai estetika.
Komitmen Zero Waste dan Prinsip Desain Sirkular
Penerapan konsep ini menegaskan komitmen perusahaan terhadap prinsip zero waste dalam setiap rantai pengelolaan material bisnisnya.
“Komitmen TACO terhadap prinsip zero waste merupakan bagian dari upaya kami untuk mengelola material secara lebih bertanggung jawab di sepanjang proses bisnis. Melalui kolaborasi dengan Studio Banda dan para pelaku industri kreatif Indonesia, kami ingin menunjukkan bahwa material sisa tidak harus berhenti sebagai limbah, tetapi dapat kembali diolah menjadi karya yang memiliki fungsi dan nilai baru. Kami berharap Modulus Laminata dapat menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi lintas industri dapat mendorong penerapan desain sirkular sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi kreativitas dan inovasi di Indonesia,” jelas Chief Marketing Officer TACO, Anastasia Tirtabudi.
Hal senada diutarakan oleh Founder Studio Banda, Cokorda Suryanata. Menurutnya, keterbatasan bahan baku justru dapat memicu lahirnya ide-ide kreatif baru.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa keterbatasan material justru dapat menjadi titik awal lahirnya kreativitas. Bersama TACO, kami mengeksplorasi bagaimana material HPL yang sebelumnya dipandang sebagai sisa produksi dapat diolah kembali menjadi objek yang memiliki fungsi sekaligus nilai artistik. Kami berharap Modulus Laminata dapat mendorong lebih banyak desainer untuk melihat desain sirkular sebagai pendekatan yang relevan bagi masa depan industri,” katanya.
Ruang Edukasi dan Ekosistem TACO di Bali
Sebagai wadah edukasi dan ruang kolaborasi bagi praktisi interior, TACO menggelar serangkaian kegiatan melalui TACO Social Club Bali.
Acara tersebut diisi dengan sesi talk show yang mengulas proses kreatif di balik pembuatan “Modulus Laminata”, serta workshop praktik langsung yang mengajak para peserta mengolah sisa material HPL menjadi produk lampu.
Inisiatif ini turut ditopang oleh keberadaan TACO Material Studio Bali yang berlokasi di Sunset Road. Fasilitas yang menjadi bagian dari ekosistem TACO di Bali ini berfungsi sebagai pusat inspirasi dan solusi material bagi desainer maupun arsitek.
Melalui studio tersebut, para profesional dapat mengakses beragam pilihan solusi produk, berdiskusi, mengeksplorasi aplikasi material secara langsung, hingga memperoleh sampel guna menunjang proses perancangan.
Kehadiran fasilitas ini memperkuat peran TACO dalam mendukung perkembangan komunitas desain di Bali. (*)








