Olahraga

PSSI Sumbar Gelar Match Commissioner Refreshment Sambut Piala Soeratin 2026

×

PSSI Sumbar Gelar Match Commissioner Refreshment Sambut Piala Soeratin 2026

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Guna memantapkan persiapan menjelang bergulirnya kompetisi Piala Soeratin 2026, sebanyak 35 orang Match Commissioner PSSI Sumatera Barat (Sumbar) mengikuti agenda Match Commissioner Refreshment.

Kegiatan pembekalan tersebut diselenggarakan di Kawana Hotel Padang pada Sabtu (15/8/2026).

Acara secara resmi dibuka oleh Sekretaris Umum PSSI Sumbar, Hendra Dupa, yang hadir mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Sumbar, Indra Dt Rajo Lelo.

Dalam pidato pembukaannya, Hendra menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme para pengawas pertandingan yang berpartisipasi dalam agenda ini.

Hendra menekankan bahwa pembekalan kali ini mencatatkan sejarah tersendiri, mengingat untuk pertama kalinya persiapan menjelang Piala Soeratin diikuti oleh Match Commissioner dalam jumlah yang relatif besar.

Ia turut memberi catatan positif atas rekam jejak para Match Commissioner asal Sumbar yang dinilainya memiliki reputasi baik di kancah sepak bola nasional, di mana perwakilan Sumbar selalu dipercaya bertugas pada setiap musim kompetisi resmi PSSI.

“Match Commissioner dari PSSI Sumbar tidak pernah absen di liga tertinggi Indonesia. Ini bukti bahwa sumber daya manusia kita punya kualitas yang diakui secara nasional. Manfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya untuk terus naik kelas,” kata Hendra.

Baca Juga  47 Tim Siap Bersaing di Piala Soeratin 2026 Zona Sumbar

Melalui persiapan ini, PSSI Sumbar menetapkan target agar gelaran Piala Soeratin 2026 tidak sekadar berfungsi sebagai sarana pembinaan dan pencarian bakat muda, namun juga sanggup menyajikan tata kelola turnamen yang profesional.

Penyesuaian Industri Sepak Bola Modern dan Pelaporan Digital

Langkah penguatan kapasitas ini berfokus pada pemantapan pemahaman perangkat pertandingan menghadapi tuntutan industri sepak bola modern.

Saat ini, Match Commissioner tak hanya diwajibkan menguasai regulasi permainan, melainkan juga harus mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi, sistem pelaporan berbasis digital, tata kelola media, broadcasting, hingga aspek komersial kompetisi.

Ketua Panpel sekaligus Operator Piala Soeratin Sumbar, Renol Fadli, menjelaskan bahwa cakupan materi pembekalan tahun ini sengaja diperluas untuk memastikan seluruh pengawas pertandingan memiliki standar persepsi yang seragam.

“Tantangan penyelenggaraan pertandingan saat ini semakin luas. Bukan cuma soal regulasi, tetapi juga mencakup teknologi, sistem pelaporan digital, tata kelola media, broadcasting, hingga aspek komersial. Semua ini harus dipahami secara seragam,” tegas Pak Lek sapaan akrabnya.

Pak Lek menambahkan, kesamaan pemahaman merupakan fondasi penting dalam menciptakan iklim kompetisi yang bersih, profesional, serta akuntabel.

Oleh sebab itu, materi tidak hanya mencakup sisi teknis lapangan, melainkan juga mengulas fungsi pengawasan yang sesuai dengan perkembangan industri sepak bola.

Baca Juga  Suporter Argentina Padati Times Square Jelang Final Piala Dunia

Instruktur Berpengalaman Liga 1 dan Respons Peserta

Penyampaian materi pembekalan dipimpin langsung oleh instruktur Edrizal. Ia merupakan satu-satunya Match Commissioner asal Sumbar yang tercatat konsisten bertugas di kasta tertinggi sepak bola nasional, Liga 1 Indonesia.

Pengalaman yang dimilikinya menjadi pembekalan berharga bagi para peserta dalam memahami dinamika pengawasan pertandingan di level nasional, sekaligus menjadi ruang diskusi dan berbagi pengalaman teknis di lapangan.

Salah seorang peserta, Rusydil Fikri, menyambut positif pelaksanaan refreshment ini. Menurutnya, agenda ini sangat membantu pengawas pertandingan dalam mempertegas kembali peran serta tanggung jawab mereka di lapangan.

Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi serta ruang bertukar pengetahuan bersama para senior yang berpengalaman di tingkat nasional.

Melalui pembekalan ini, PSSI Sumbar berharap kesiapan perangkat pertandingan makin matang sebelum Piala Soeratin 2026 resmi dimulai.

Kompetisi kategori umur tersebut diharapkan tidak cuma melahirkan calon pemain potensial bagi sepak bola Sumbar dan Indonesia, tetapi juga dapat berdiri sebagai percontohan turnamen yang aman, tertib, profesional, serta akuntabel.