SERUNI.CO – Industri konsol gim saat ini tengah dihangatkan oleh kabar mengenai potensi kenaikan harga perangkat PlayStation 5 (PS5) dan PS5 Pro.
Tekanan pasokan memori global disinyalir menjadi penyebab utama di balik rencana penyesuaian harga ini.
Informasi tersebut pertama kali muncul dari bocoran data ritel yang dibagikan oleh seorang insider gim asal Prancis bernama Gyo melalui akun X @GyoJVfr.
Meski demikian, laporan ini masih berstatus sebatas rumor karena belum ada pengumuman resmi dari pihak Sony.
Berdasarkan data ritel yang dikutip, kenaikan harga diperkirakan tidak hanya menyentuh konsol utama, tetapi juga merambah ke aksesori pendukung seperti PlayStation Portal.
Berikut adalah rincian harga yang beredar dalam bocoran tersebut:
- PS5 Slim Standar: Dari 549,99 euro menjadi 649,99 euro.
- PS5 Pro: Dari 799,99 euro menjadi 899,99 euro.
- PlayStation Portal: Harga perangkat handheld streaming ini disebut dapat meningkat menjadi 249 euro.
Penting untuk dicatat bahwa daftar harga ini bersifat tidak resmi.
Belum ada kepastian apakah penyesuaian harga ini akan berlaku sama di semua wilayah atau akan berbeda menurut kebijakan pasar masing-masing negara.
Potensi kenaikan harga ini sangat berkaitan erat dengan kelangkaan komponen memori.
Dua fondasi penting bagi operasi PS5 dan PS5 Pro yang paling terdampak adalah GDDR6 VRAM dan NAND flash.
GDDR6 merupakan komponen vital untuk kebutuhan memori grafis berkecepatan tinggi, sementara NAND flash digunakan sebagai media penyimpanan SSD yang menjadi fitur unggulan konsol generasi terbaru.
Karena sifatnya yang mendasar, Sony tidak dapat menggantinya dengan alternatif sederhana tanpa memicu biaya pengembangan dan produksi yang lebih besar pada desain inti perangkat.
Tekanan harga memori ini dipicu oleh pergeseran kapasitas produksi dari produsen besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron.
Dalam setahun terakhir, produksi lebih banyak diarahkan untuk memenuhi kebutuhan enterprise dan pusat data kecerdasan buatan (AI).
“Segmen AI membutuhkan memori berkecepatan tinggi dalam volume besar. Yang lebih penting bagi pemasok, sektor ini sanggup membayar dengan harga lebih tinggi dibanding pasar konsumen,” sebagaimana dikutip dari data laporan tersebut.
Akibatnya, suplai memori untuk perangkat konsumen menjadi lebih ketat.
Ketika permintaan tetap tinggi namun pasokan menurun, harga bahan baku pun terdorong naik dan membebani perangkat seperti
Selama ini, industri konsol dikenal menjual perangkat keras dengan margin tipis, di mana keuntungan utama dikejar melalui penjualan gim, layanan langganan, dan ekosistem digital.
Namun, ketika biaya komponen seperti penyimpanan dan memori melonjak, ruang bagi Sony untuk menahan harga jual menjadi semakin sempit.
Dalam kondisi ini, menaikkan Manufacturer’s Suggested Retail Price (MSRP) dianggap sebagai langkah yang paling realistis untuk menutupi beban biaya produksi.
Bagi calon pembeli, disarankan untuk tetap berhati-hati dalam menyikapi informasi ini karena belum ada konfirmasi resmi dari Sony.
Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan meliputi:
- Status informasi masih berupa rumor dari kebocoran data ritel.
- Belum ada pernyataan resmi dari Sony mengenai MSRP baru.
- Kenaikan harga kemungkinan besar disebabkan oleh biaya komponen, bukan penyegaran produk.
- Dampak harga dapat bervariasi di tiap negara atau kanal penjualan.
Situasi ini memperlihatkan bagaimana persaingan pasokan dari sektor AI kini mulai berdampak langsung pada industri gim global.
Jika tekanan pada komponen GDDR6 dan NAND flash terus berlanjut, perkembangan harga PS5 dan PS5 Pro menjadi hal yang sangat penting untuk terus diawasi dalam waktu dekat. (*)












