Berita

Delay Super Air Jet di BIM Picu Kegaduhan Penumpang hingga Dini Hari

×

Delay Super Air Jet di BIM Picu Kegaduhan Penumpang hingga Dini Hari

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Penundaan (Delay) Super Air Jet di BIM (Bandara Internasional Minangkabau) menyebabkan situasi tidak biasa dan memicu kegaduhan di kalangan calon penumpang.

Pesawat dengan nomor penerbangan IU905 rute Padang-Jakarta yang seharusnya lepas landas pada Minggu (29/3/2026) pukul 16.00 WIB, masih belum diberangkatkan hingga Senin (30/3/2026) dini hari.

Ketidakpastian waktu keberangkatan membuat suasana di bandara sempat memanas. Para penumpang yang telah menunggu selama berjam-jam mulai resah dan mempertanyakan kejelasan dari pihak maskapai.

Berdasarkan informasi, penundaan Super Air Jet di BIM ini disebabkan oleh kendala teknis operasional.

Baca Juga  Hayat Travel Indonesia Berangkatkan 127 Jemaah Pakai Legalitas Biro Lain

Branch Communication & CSR BIM, Feni Lindriany, menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut merupakan dampak dari perputaran pesawat dan kru.

“Efek dari aircraft rotation. Saat ini masih menunggu keputusan dr Maskapai IU905 Super Air Jet Padang-Jakarta keberangkatan reguler pukul 19.40 WIB. Masih menunggu crew rotation, extend saat ini diperpanjang sampai pukul 02.00 WIB dini hari,” terang Feni.

Kompensasi dan Respon Penumpang

Ilustrasi penumpang pesawat yang delay Super Air Jet tujuan Padang-Jakarta. (Foto: Seruni.co/AI Gemini)

Meskipun jadwal sempat diperpanjang hingga pukul 02.00 WIB, penerbangan kembali tertunda hingga pihak maskapai memutuskan menjadwal ulang keberangkatan pada pagi hari.

Baca Juga  Angkasa Pura Bandara Minangkabau Jalin PKS dengan Kejati Sumbar

Sebagai kompensasi atas penundaan Super Air Jet di BIM, maskapai menawarkan fasilitas penginapan hotel serta sejumlah uang kepada penumpang.

Kebijakan ini memicu perbedaan sikap di lokasi:

  • Sebagian penumpang menerima tawaran hotel untuk beristirahat.
  • Sebagian lainnya tetap bertahan dan menuntut diberangkatkan pada malam itu juga.

Perbedaan keinginan ini sempat menimbulkan suasana gaduh di terminal bandara.

Guna memastikan situasi tetap kondusif, petugas Angkasa Pura tetap bersiaga di lokasi untuk memberikan pendampingan.

Koordinasi intensif terus dilakukan dengan pihak maskapai untuk mendapatkan jadwal keberangkatan yang pasti. (*)