Berita

Telkomsel Gelar Program Terpujilah GURU di Kota Pekanbaru

×

Telkomsel Gelar Program Terpujilah GURU di Kota Pekanbaru

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Akselerasi peningkatan mutu dan literasi digital para pahlawan tanpa tanda jasa di tanah air terus dipacu oleh sektor industri telekomunikasi.

Menjawab tantangan era transformasi siber, Telkomsel secara resmi menginisiasi program bertajuk “Terpujilah GURU”, sebuah ruang pelatihan intensif dan pembenahan kompetensi yang dirancang khusus bagi para tenaga pendidik di Indonesia.

Program ini bertujuan utama memfasilitasi para guru agar mampu beradaptasi secara adaptif dengan laju teknologi mutakhir, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sekaligus mematangkan peran strategis mereka sebagai pembelajar (Educator), pembuat konten (Creator), serta pelopor kebaruan (Innovator).

Pelaksanaan agenda Terpujilah GURU untuk wilayah regional Pekanbaru dilangsungkan secara interaktif di Laksamana Muda Coffee & Live Space, Kota Pekanbaru, dengan melibatkan partisipasi aktif dari lebih dari 250 guru yang berasal dari lintas wilayah di Pekanbaru.

Acara peluncuran ini dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya GM Mobile Consumer Business Region Sumbagteng, Dedfriady Masta; Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Dr. Alek Kurniawan, Sp., M.Si.; Kepala Balai Guru Dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Riau, Reisky Bestary, S.Pd., M.Pd.; CEO PT Digital Decision Indonesia, Ilham Fadhillah Amka; serta Tenaga Ahli Ditjen Komunikasi Publik Dan Media Kementerian Komdigi, Motulz Anto.

Di tengah masifnya pergeseran ke arah digital, esensi tugas seorang tenaga pendidik kini telah bergeser tidak lagi sekadar menjadi perantara penyampai materi pelajaran di dalam kelas.

Guru dituntut mampu mengarahkan serta membimbing para peserta didik untuk menelaah sekaligus mengoperasikan perangkat teknologi secara bijak.

Urgensi pembenahan kapasitas ini terasa kian mendesak jika mengacu pada potret data hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) nasional, yang memperlihatkan fakta bahwa sekitar 81% guru di Indonesia terdeteksi belum berhasil menyentuh standar nilai minimum.

Baca Juga  Telkomsel dan TVRI Hadirkan Siaran Piala Dunia 2026

Atas dasar itulah, penguatan fondasi kapasitas diri bagi para pendidik diposisikan sebagai langkah yang sangat krusial.

Melalui sokongan platform pembelajaran yang bersifat praktis serta aplikatif di dalam ekosistem Terpujilah GURU, para peserta diproyeksikan dapat langsung mengimplementasikan penguasaan keterampilan baru tersebut ke dalam rutinitas kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

Ruang lingkup pembelajaran tersebut mencakup optimalisasi pemanfaatan AI guna mendongkrak produktivitas kerja, teknik memproduksi konten edukasi yang kreatif, hingga kepiawaian dalam merancang desain visual materi ajar yang menarik.

Alur Program 5 Tahap dan Ragam Manfaat Keberlanjutan

Secara lini masa, program Terpujilah GURU dijadwalkan bergulir sepanjang periode bulan Mei hingga September 2026 yang akan tersebar di lintas kota.

Target besarnya adalah mampu merangkul lebih dari 1.000 tenaga pendidik melalui skema penyaringan terstruktur yang terbagi ke dalam 5 tahapan utama, meliputi proses pencarian (Scouting), penyaringan (Screening), kelas intensif (Academy), pendampingan (Mentoring), hingga fase akhir berupa pelatihan terpadu (Bootcamp).

Demi memberikan dampak rill yang luas pada peningkatan mutu pendidikan, para guru yang terlibat dalam kepesertaan ini akan memperoleh kompensasi manfaat berkelanjutan, yang meliputi:

  • Akselerasi peningkatan keterampilan dan literasi digital.
  • Kepemilikan portofolio draf materi ajar yang siap diaplikasikan.
  • Akses masuk ke dalam jejaring komunitas guru inovatif nasional.
  • Pemberian dukungan pembinaan secara berkala serta bentuk apresiasi formal.

GM Mobile Consumer Business Region Sumbagteng, Dedfriady Masta, mengutarakan bahwa lewat semangat Melayani Sepenuh Hati, Telkomsel berkomitmen penuh memberikan pemberdayaan kepada sektor guru agar mampu melahirkan hari yang lebih baik sekaligus menyongsong masa depan yang gemilang.

“Terpujilah GURU dihadirkan untuk membantu tenaga pendidik memanfaatkan teknologi secara tepat guna agar pembelajaran jadi lebih efektif, kreatif, dan berdampak,” urai Dedfriady Masta.

Baca Juga  Telkomsel Luncurkan Halo Optima, Paket Pascabayar Kuota Besar Plus Hiburan Premium

Apresiasi dari Otoritas Pendidikan dan Sinergi Lintas Komunitas

Langkah solutif dari pihak korporasi ini menuai respons positif dari jajaran pemangku kebijakan daerah.

Kepala Balai Guru Dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Riau, Reisky Bestary, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan yang tinggi atas konsistensi dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Telkomsel dalam menyokong program penambahan kapasitas guru, khususnya pada aspek adopsi teknologi dan implementasi AI.

“Ini merupakan langkah nyata untuk mendorong guru menjadi lebih adaptif dan inovatif, serta memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan,” tutur Reisky Bestary.

Saras dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Dr. Alek Kurniawan, Sp., M.Si., mengimbuhi bahwa peningkatan pemahaman literasi digital di kalangan guru merupakan kunci utama agar sistem pembelajaran di sekolah tetap berjalan selaras dengan tuntutan perkembangan zaman serta karakteristik kebutuhan siswa modern.

“Kami mengapresiasi inisiatif Telkomsel untuk memperkuat kompetensi guru. Kami berharap program ini dapat terus diperluas agar manfaatnya dirasakan lebih banyak pendidik,” sebut Alek Kurniawan.

Guna memperluas skala dampak sosialnya secara berkesinambungan, pelaksanaan program Terpujilah GURU turut mengintegrasikan kolaborasi aktif bersama berbagai organisasi profesi serta komunitas pendidikan eksternal, seperti PGRI, MGMP, Guru Pejuang Digital, PPG Prajabatan, hingga gerakan 1000 Guru.

Melalui implementasi metode yang berbasis pada kebutuhan riil di lapangan serta semangat gotong royong, Telkomsel menaruh harapan besar agar Terpujilah GURU dapat bertransformasi menjadi bagian integral dari ikhtiar kolektif menaikkan derajat kualitas pendidikan nasional sekaligus memperkuat daya saing generasi muda menghadapi era siber. (*)