Olahraga

Sejarah Serie A, Fabregas Bawa Como Amankan Tiket Liga Champions

×

Sejarah Serie A, Fabregas Bawa Como Amankan Tiket Liga Champions

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Sebuah sejarah baru tercipta di panggung Serie A saat Como memastikan tempat di Liga Champions untuk pertama kalinya melalui drama luar biasa di pertandingan pamungkas.

Di kala tim asal tepi danau tersebut merayakan kelolosan historis ke kompetisi elite Eropa, nasib buruk justru menimpa Cremonese yang diperkuat Jamie Vardy, di mana mereka dipastikan terdegradasi setelah menderita kekalahan memilukan dengan skor akhir 4-1.

Keberhasilan Como mengamankan posisi keempat sebagai batas terakhir zona Liga Champions menjadi penutup musim yang akan terus dikenang publik Stadio Giuseppe Sinigaglia selama berpuluh-puluh tahun ke depan.

Hanya dalam kurun waktu dua tahun setelah berhasil promosi ke kasta tertinggi, pencapaian luar biasa ini sukses diwujudkan di bawah arahan taktis sang pelatih, Cesc Fabregas.

Como berhasil memanfaatkan momentum berharga berupa kekalahan mengejutkan AC Milan dengan skor 2-1 di tangan Cagliari, yang membuat posisi Rossoneri resmi tersalip pada hari terakhir kompetisi.

Suasana emosional langsung pecah ketika seluruh skuad Como menyadari bahwa tiket menuju kompetisi antarklub elite Eropa telah berada di genggaman.

Cuplikan momen bersejarah tersebut memperlihatkan kebahagiaan mendalam para pemain yang impiannya kini menjadi nyata.

Kelolosan ini sekaligus menandai kehadiran kedua kalinya Como di kancah Eropa, setelah sebelumnya mereka pernah berpartisipasi dalam ajang Piala Mitropa pada tahun 1981 silam.

Baca Juga  Gagal di AC Milan, Allegri Latih Napoli Kontrak Dua Tahun

Dominasi Laga dan Tekanan Degradasi

Kendati tampil dalam pertandingan penentu dengan tensi yang sangat tinggi, Como tetap mampu memperagakan permainan yang tenang sejak awal laga dimulai.

Di sisi lain, Cremonese yang menjadi lawan mereka tengah berjuang mati-matian demi bisa bertahan di kompetisi ini.

Strategi menyerang yang diterapkan Como akhirnya membuahkan hasil manis pada menit ke-36, setelah sepakan keras Jesus Rodriguez berbelok arah akibat mengenai Alberto Grassi dan sukses mengelabui penjaga gawang Emil Audero.

Memasuki paruh kedua pertandingan, keunggulan tuan rumah langsung bertambah cepat. Kali ini Rodriguez bertindak sebagai kreator dengan mengirimkan umpan matang kepada pencetak gol terbanyak Como, Anastasios Douvikas.

Penyerang tersebut tidak menyia-nyiakan peluang emas dari jarak dekat untuk menceploskan gol ke-14 miliknya di musim ini.

Skor 2-0 ini membuat beban psikologis tim tamu semakin berat, terlebih saat beredar kabar bahwa Lecce, yang merupakan rival langsung Cremonese dalam perebutan zona degradasi, tengah memimpin di pertandingan lain.

Kebangkitan Singkat dan Hujan Kartu Merah

Cremonese sempat menunjukkan tanda-tanda perlawanan di babak kedua melalui aksi penyerang veteran asal Inggris, Jamie Vardy, yang didatangkan dari Leicester City pada musim panas lalu.

Dengan memanfaatkan pengalaman panjangnya, Vardy sukses memicu pelanggaran di dalam kotak penalti setelah dijatuhkan oleh Jacobo Ramon.

Baca Juga  Persiapan Liga 2, Semen Padang FC Tunjuk Deni Sulton sebagai General Manager

Federico Bonazzoli yang maju sebagai algojo tendangan penalti berhasil menjalankan tugasnya dengan baik, memperkecil skor menjadi 2-1 dan sempat menghidupkan asa para pendukung Cremonese akan terjadinya sebuah keajaiban.

Namun, harapan tersebut sirna seketika setelah kendali permainan sepenuhnya lepas dari armada besutan Marco Giampaolo.

Menjelang berakhirnya waktu normal, lini pertahanan Cremonese mengalami kehancuran disiplin yang fatal.

Kekacauan bermula ketika wasit Fabio Maresca menunjuk titik putih untuk memberikan hadiah penalti kepada Como akibat pelanggaran terhadap Douvikas.

Keputusan ini memicu protes keras yang berujung pada diusirnya Alberto Grassi dari lapangan setelah menerima kartu merah.

Situasi kian memburuk setelah dua pemain pengganti Cremonese, Milan Duric dan David Okereke, turut diusir oleh wasit dalam waktu yang berdekatan.

Alhasil, Cremonese terpaksa melanjutkan sisa sepuluh menit laga hanya dengan berkekuatan delapan orang pemain.

Di tengah situasi yang penuh tekanan tersebut, Lucas Da Cunha tampil sebagai eksekutor yang sangat tenang.

Ia sukses menyarangkan bola dari titik penalti, sebelum kemudian mencetak gol keduanya yang indah tujuh menit berselang.

Dua gol dari Da Cunha tersebut sekaligus mengunci kemenangan mutlak Como atas Cremonese dengan skor telak 4-1. (*)