SERUNI.CO – Meskipun mobilitas di jalan raya telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rutinitas harian masyarakat, faktor keselamatan berkendara masih sering kali luput dari perhatian utama tanpa disadari.
Merespons fenomena tersebut, Honda Banten menginisiasi gerakan edukasi melalui kampanye bertajuk “Jago Cari Aman Biar Happy”.
Program ini digulirkan guna mengedukasi dan mengajak publik agar mulai membudayakan perilaku berkendara yang aman melalui metode-metode praktis yang mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Instruktur Safety Riding PT Hayati Pratama Mandiri, Dio Suryanto, memberikan pandangan bahwa predikat sebagai pengendara yang “jago” tidak sepatutnya diukur dari aspek kecepatan melaju ataupun tingkat keberanian yang ditunjukkan di jalanan.
Sebaliknya, indikator utama dari seorang pengendara yang andal justru terletak pada aspek kemampuan dalam mengontrol emosi diri serta kecakapan dalam menganalisis situasi lalu lintas di sekitarnya.
“Yang paling utama itu sebenarnya sederhana, yaitu sadar dengan kondisi sekitar. Saat kita terbiasa menjaga jarak, fokus, dan tidak terpancing emosi, berkendara jadi terasa lebih ringan dan aman,” papar Dio menekankan.
Lebih lanjut, Dio memaparkan bahwa salah satu perilaku berkendara berskala kecil yang kerap kali dipandang sebelah mata oleh masyarakat adalah konsistensi dalam memantau kondisi kontur dan situasi jalan di area depan.
Padahal, lewat pembiasaan hal sederhana tersebut, seorang pengendara dapat memiliki kesiapan yang jauh lebih matang untuk mengantisipasi potensi risiko, seperti adanya kendaraan lain yang melakukan pengereman mendadak secara tiba-tiba atau keberadaan permukaan jalan yang tidak rata.
Faktor lain yang memiliki urgensi tidak kalah tinggi adalah mengenai kesiapan kondisi fisik dari sang pengendara itu sendiri.
Memaksakan diri untuk mengemudikan kendaraan dalam keadaan stamina yang lelah ataupun didera rasa kantuk dapat menurunkan tingkat konsentrasi secara drastis, sehingga berpotensi besar memicu bahaya keselamatan bagi diri sendiri maupun bagi para pengguna jalan yang lain.
Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk selalu memastikan bahwa tubuh berada dalam kondisi yang fit dan prima sebelum memulai suatu perjalanan.
Kedisiplinan dalam memakai alat perlengkapan keselamatan berkendara juga wajib untuk diperhatikan secara serius.
Pemakaian peranti seperti helm yang sudah mengantongi sertifikasi standar SNI, jaket pelindung, hingga alas kaki berupa sepatu yang tertutup rapat, bukan sekadar berfungsi sebagai pelengkap penampilan semata, melainkan merupakan instrumen perlindungan vital saat melintas di jalan raya.
Langkah proteksi tersebut juga harus diimbangi dengan tindakan pengecekan kondisi mekanis sepeda motor secara berkala dan rutin, agar performa kendaraan tetap terjaga secara optimal saat dikendarai.
Di samping itu, saat dihadapkan pada situasi berkendara yang menantang seperti di kala turun hujan ataupun ketika melintasi permukaan jalan yang licin, para pengendara sangat dianjurkan untuk menurunkan batas kecepatan motor serta sebisa mungkin menghindari tindakan pengereman secara mendadak.
Penerapan teknik berkendara ini dinilai ampuh untuk menjaga stabilitas keseimbangan motor, sehingga perjalanan dapat ditempuh dengan suasana yang lebih tenang.
“Melalui semangat #cari_aman, Honda Hayati berharap masyarakat bisa melihat keselamatan berkendara sebagai kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari. Karena pada akhirnya, perjalanan bukan hanya lebih selamat, tapi juga terasa lebih nyaman dan pastinya lebih happy,” pungkas Dio mengakhiri penjelasannya (*)












