Berita

Kemenkes Ingatkan Bahaya Virus Hanta dari Tikus dan Pencegahannya

×

Kemenkes Ingatkan Bahaya Virus Hanta dari Tikus dan Pencegahannya

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Kewaspadaan terhadap penyakit yang menular dari hewan ke manusia atau zoonosis perlu ditingkatkan, terutama terkait ancaman virus Hanta.

Virus ini diketahui bersumber dari hewan pengerat yang sering ditemukan beraktivitas di sekitar lingkungan tempat tinggal manusia.

Sebagai penyakit zoonosis, virus Hanta menjadikan tikus sebagai reservoir atau pembawa utama.

Di berbagai wilayah di Indonesia, sejumlah spesies tikus rumah maupun tikus liar telah diidentifikasi sebagai pembawa virus yang berisiko bagi kesehatan masyarakat.

Mekanisme penularan virus ini terjadi melalui interaksi langsung maupun tidak langsung dengan cairan tubuh hewan pengerat, seperti air liur, urin, hingga kotorannya.

Baca Juga  Sekolah di Padang Wajibkan Masker dan Hentikan Kegiatan Luar Kelas

Tidak hanya kontak fisik, partikel debu yang telah terkontaminasi dan terhirup oleh manusia juga menjadi salah satu jalur penyebaran yang perlu diantisipasi.

Dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh infeksi ini cukup bervariasi, mulai dari gejala ringan hingga kondisi medis yang serius.

Pasien umumnya melaporkan gejala berupa demam tinggi, nyeri otot, dan sakit kepala. Pada tingkat yang lebih parah, infeksi ini dapat menyerang sistem pernapasan serta menyebabkan gangguan fungsi ginjal.

Dikutip dari laman ayosehat.kemkes.go.id pada Rabu, 13 Mei 2026, virus ini memiliki dua tipe utama penyakit.

Baca Juga  Kampung KB Baringin Sakti Padang Wakili Sumbar di Tingkat Nasional

Keduanya dapat menimbulkan dampak serius jika tidak ditangani dengan tepat dan cepat.

Dalam upaya menekan angka kasus, langkah pencegahan dianggap sebagai solusi paling efektif.

Masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kebersihan area rumah, melakukan pengelolaan sampah secara disiplin, serta menghindari kontak langsung dengan tikus.

Kesadaran kolektif dalam menjaga sanitasi lingkungan menjadi faktor krusial guna meminimalkan risiko wabah sejak dini dari lingkup terkecil. (*)