Olahraga

Sumbar Berduka, Tokoh Karate dan Legenda Angkat Berat Dunia Wafat

×

Sumbar Berduka, Tokoh Karate dan Legenda Angkat Berat Dunia Wafat

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Dunia olahraga Sumatera Barat (Sumbar) kehilangan dua putra terbaiknya dalam waktu yang hampir bersamaan, Selasa (12/5/2026).

Tokoh karate Ustadz Drs. H. Munandar Maska dan legenda angkat berat dunia Thio Hok Seng mengembuskan napas terakhir, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Ranah Minang.

Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, bersama jajaran pengurus lainnya menyampaikan rasa kehilangan yang luar biasa saat melayat ke prosesi jenazah di Masjid Raya Ganting dan rumah duka Himpunan Tjinta Teman (HTT) di kawasan Pondok.

“Sumatera Barat kehilangan dua tokoh olahraga yang sangat kami hormati. Satu adalah wasit dan pelatih karate yang berdedikasi dan penuh teladan, sementara yang satu lagi adalah legenda angkat berat yang namanya telah mendunia,” ujar Hamdanus.

Ustadz Munandar Maska (64) meninggal dunia saat menjalankan tugas sebagai wasit di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate di Bandung, Jawa Barat.

Baca Juga  Berprestasi di Porprov Sumbar 2026, 15 Petugas Pemasyarakatan Terima Penghargaan Kanwil Ditjenpas

Almarhum sempat tak sadarkan diri di arena sebelum akhirnya dinyatakan wafat pada Senin sore pukul 17.05 WIB.

Jenazah alumni UIN Imam Bonjol ini tiba di Padang pada Selasa pagi untuk disalatkan di Masjid Raya Ganting.

Munandar dikenal sebagai sosok unik yang berhasil menyelaraskan disiplin olahraga karate dengan nilai-nilai dakwah sepanjang hidupnya.

Kepergian Thio Hok Seng: Sang Juara Dunia dalam Kesederhanaan

Di saat yang sama, publik olahraga berduka atas wafatnya Thio Hok Seng. Sosok yang akrab disapa Hok Seng ini merupakan atlet legendaris yang pernah membawa nama Indonesia di puncak prestasi dunia.

Berikut adalah torehan prestasi emas yang pernah diraihnya:

  • 1985: Medali Emas PON XI Jakarta.
  • 1987: Medali Emas Kejuaraan Dunia di Lima, Peru.
  • 1988: Mempertahankan gelar juara dunia di Luksemburg.
  • Rekor Dunia: Mencatatkan rekor deadlift 226 kg di Jerman.
Baca Juga  KONI Sumbar Buka Kejuaraan Taekwondo Pelajar dan Mahasiswa Road To Porprov 2026

Meski memiliki prestasi mendunia, masa pensiun Hok Seng dijalani dengan penuh kesederhanaan.

Ia pernah bekerja sebagai pengurus surat kendaraan di Samsat, namun tetap konsisten melatih atlet angkat berat Sumbar sejak 2010.

Semangat juangnya kini diteruskan oleh putrinya, Pretty Meri, yang merupakan atlet wushu.

Warisan Semangat bagi Generasi Muda

KONI Sumbar berharap dedikasi kedua tokoh ini dapat menjadi inspirasi dan warisan bagi para atlet muda di Sumatera Barat.

Hamdanus mewakili institusi memberikan penghormatan terakhir atas jasa-jasa mereka bagi negara.

“Semoga amal ibadah almarhum H. Munandar Maska diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Untuk Hok Seng, terima kasih atas jasa-jasanya bagi negara, semoga tenang di sisi-Nya,” tutup Hamdanus. (*)