SERUNI.CO – Dua klub kebanggaan Sumatera Barat, PSP Padang dan PSPP Padang Panjang, dipastikan akan segera memulai perjuangan mereka di putaran nasional Liga 4 Piala Presiden musim 2025/26.
Kepastian ini menyusul terbitnya surat resmi dari PSSI tertanggal 4 Mei 2026 mengenai jadwal dan mekanisme pelaksanaan kompetisi.
Berdasarkan rilis tersebut, babak 64 besar akan menjadi fase pembuka yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Mei hingga 6 Juni 2026.
Jadwal ini memberikan waktu persiapan yang cukup singkat bagi kedua tim asal Sumbar untuk mematangkan komposisi skuad mereka sebelum bertolak ke pentas nasional.
Jadwal Padat Menuju Tangga Juara
Kompetisi kasta keempat ini akan berlangsung dengan jadwal yang sangat padat guna menentukan sang jawara.
Berikut adalah rangkaian fase pertandingan yang telah ditetapkan:
- Babak 32 Besar: 9 – 16 Juni 2026
- Babak 16 Besar: 19 – 26 Juni 2026
- Babak 8 Besar: 29 Juni – 5 Juli 2026
- Semifinal: 8 Juli 2026
- Final: 11 Juli 2026
Mekanisme Undian dan Pembagian Pot
PSSI dijadwalkan akan melakukan official draw untuk menentukan tuan rumah dan pembagian grup pada Rabu, 13 Mei 2026, pukul 14.00 WIB melalui kanal YouTube PSSI TV.
Dalam mekanisme undian ini, hanya tim yang terpilih sebagai tuan rumah yang mendapatkan status unggulan (seeded).
Peserta dibagi ke dalam dua pot utama:
- Pot Pertama: Diisi oleh para juara provinsi, termasuk PSP Padang.
- Pot Kedua: Diisi oleh tim peringkat berikutnya, termasuk PSPP Padang Panjang.
Bursa Transfer dan Kelengkapan Administrasi
Guna memperkuat kedalaman tim, PSSI membuka periode penambahan serta pergantian pemain dan ofisial pada 19 hingga 24 Mei 2026.
Seluruh klub peserta, termasuk dua wakil Sumbar, diwajibkan menyelesaikan dokumen administrasi berupa formulir keikutsertaan dan pakta integritas yang disahkan oleh Asprov PSSI setempat.
Batas akhir pengiriman berkas melalui email resmi PSSI ditetapkan paling lambat pada 16 Mei 2026.
Langkah ini menjadi krusial bagi PSP Padang dan PSPP Padang Panjang untuk memastikan kesiapan administratif sebelum fokus sepenuhnya pada aspek teknis di lapangan hijau. (*)












