Berita

Gubernur Mahyeldi: Pendidikan Rahmah El Yunusiyyah Jawab Krisis Karakter Siswa

×

Gubernur Mahyeldi: Pendidikan Rahmah El Yunusiyyah Jawab Krisis Karakter Siswa

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menekankan urgensi menghidupkan kembali nilai-nilai pendidikan berbasis keluarga dalam Seminar Nasional Kiprah Rahmah El Yunusiyyah sebagai Pahlawan Nasional dalam Pengembangan Pendidikan di Indonesia.

Acara ini digelar di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Senin (4/5/2026), dengan dihadiri sekitar 1.000 peserta.

Mahyeldi menegaskan bahwa pemikiran Rahmah El Yunusiyyah bukan sekadar catatan sejarah, melainkan instrumen realistis untuk menjawab kompleksitas persoalan pendidikan masa kini.

Menjawab Krisis Hubungan Guru-Murid

Gubernur menyoroti fenomena keretakan hubungan antara guru dan murid yang kian memprihatinkan, bahkan seringkali berujung pada ranah hukum. Menurutnya, kondisi ini merupakan indikasi hilangnya “ruh” pendidikan.

“Kita melihat sekarang hubungan guru dan murid tidak jarang mengalami gesekan yang tidak sepatutnya. Bahkan ada yang sampai dilaporkan ke kepolisian. Ini sudah keluar dari ruh pendidikan,” ujar Mahyeldi.

Baca Juga  Daftar 16 Tokoh Sumatera Barat yang Telah Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional

Penguatan Ketahanan Keluarga sebagai Fondasi

Akar dari berbagai masalah sosial, mulai dari narkoba hingga perilaku menyimpang, dinilai bersumber dari lemahnya ketahanan keluarga.

Mahyeldi menyayangkan minimnya pembekalan serius bagi individu yang akan membangun rumah tangga.

Ia membandingkan sistem pendidikan formal saat ini dengan model yang diterapkan Rahmah El Yunusiyyah di Diniyyah Puteri.

Di lembaga tersebut, kurikulum ketahanan keluarga sudah diajarkan sejak tingkat SMP, mencakup ilmu rumah tangga, agama, tutur kata, logika, hingga kemandirian.

“Saya pernah tanya alumni Diniyyah Puteri, ternyata pelajaran tentang ketahanan keluarga itu sudah diajarkan sejak SMP. Sementara kita, menjelang menikah hanya dapat pembekalan dua jam. Ini tentu tidak cukup,” tegasnya.

Warisan Pendidikan Perempuan Pertama di Indonesia

Menteri Kebudayaan RI, yang diwakili oleh Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan, Feri Arlius, menyebut Rahmah El Yunusiyyah sebagai arsitek pendidikan perempuan pertama di Indonesia.

Baca Juga  Zigo Rolanda Masuk Top 10 Tokoh Terpopuler Fraksi Golkar

Perjuangannya membuka jalan bagi kemandirian intelektual dan spiritual perempuan di tengah keterbatasan zaman.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan saat ini tengah membahas dukungan khusus untuk pengembangan Diniyyah Puteri sebagai bagian dari warisan budaya dan sejarah pendidikan nasional.

Target Seminar Nasional

Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumbar, Syaifullah, menjelaskan bahwa seminar ini bertujuan menggali kembali pemikiran sang pahlawan nasional untuk dikontekstualisasikan dengan tantangan modern.

Seminar ini menghadirkan narasumber terkemuka, antara lain:

  • Tan Sri Dato’ Seri Utama Dr. Rais Yatim
  • Prof. Dr. dr. Fasli Jalal, Ph.D.
  • Khairul Jasmi (Wartawan Senior). (.)