Berita

Pencarian Korban Hanyut di Pantai Ulak Karang Dihentikan Sementara

×

Pencarian Korban Hanyut di Pantai Ulak Karang Dihentikan Sementara

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Tim SAR gabungan memutuskan untuk menghentikan sementara operasi pencarian terhadap seorang korban yang hanyut terseret arus di Pantai Ulak Karang, Kota Padang, Sumatera Barat.

Keputusan ini diambil pada Sabtu (18/4/2026) pukul 18.00 WIB setelah upaya penyisiran sepanjang hari belum membuahkan hasil.

Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian dari warga setempat pada pukul 13.15 WIB.

Peristiwa nahas tersebut bermula saat korban bersama rekan-rekannya mandi di kawasan pantai sekitar pukul 10.00 WIB.

Baca Juga  Kemenkum Sumbar Dekatkan Layanan Kekayaan Intelektual Lewat CFD Padang

Kronologi dan Respon Tim SAR Memasuki tengah hari, tepatnya sekitar pukul 12.00 WIB, korban dilaporkan terseret arus laut yang kuat hingga dinyatakan hilang.

Meskipun warga sekitar sempat berupaya melakukan pencarian mandiri, namun keberadaan korban tidak kunjung ditemukan.

Merespons laporan tersebut, Kantor SAR Kelas A Padang segera mengirimkan enam personel penyelamat ke lokasi kejadian pada pukul 13.27 WIB.

Tim dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung, termasuk kendaraan rescue, perahu karet dengan motor tempel, peralatan SAR air, perlengkapan medis, hingga alat komunikasi.

Baca Juga  Kantor SAR Padang Gelar Latihan Penyelamatan Air di Pantai Carolina

Kendala dan Kelanjutan Operasi Dalam keterangannya, Abdul Malik menyebutkan bahwa kondisi cuaca selama pencarian sebenarnya cukup kondusif.

“Pencarian hari ini kami lakukan secara maksimal dengan dukungan peralatan lengkap dan kondisi cuaca yang cukup mendukung, yakni cerah dengan kecepatan angin sekitar 5 knot. Namun hingga sore hari, korban belum ditemukan,” tuturnya pada Sabtu malam.

Operasi SAR rencananya akan dilanjutkan kembali pada Minggu (19/4/2026). Tim SAR gabungan akan memperluas cakupan area pencarian guna mempercepat penemuan korban yang hilang tersebut. (*)