SERUNI.CO – Banyak individu merasa telah menggunakan deodoran secara rutin setiap hari, namun tetap saja aroma tidak sedap muncul pada momen-momen tertentu.
Fenomena ini sering kali bukan disebabkan oleh kualitas produk yang buruk, melainkan kesalahan pada teknik pengaplikasiannya.
Mengutip data dari The Earthlingco, penggunaan deodoran yang tidak maksimal seperti mengoleskannya saat kulit masih basah atau terlalu tipis dapat mengurangi efektivitas perlindungannya.
Agar terhindar dari masalah bau badan, simak panduan langkah demi langkah menggunakan deodoran secara tepat berikut ini.
1. Pastikan Kulit Ketiak Dalam Kondisi Bersih
Bau badan sebenarnya tidak berasal langsung dari keringat, melainkan hasil dari bakteri yang menguraikan keringat di permukaan kulit.
Oleh karena itu, menjaga kebersihan ketiak adalah langkah fundamental.
-
Mandi Rutin: Gunakan sabun berbahan lembut karena kulit ketiak cenderung sensitif.
-
Eksfoliasi: Melakukan eksfoliasi satu hingga dua kali seminggu dengan asam glikolat atau mandelik dapat mengangkat sel kulit mati, sehingga bakteri sulit berkembang biak.
2. Aplikasikan Hanya pada Kulit yang Kering
Menggunakan deodoran sesaat setelah mandi saat kulit masih lembap adalah kekeliruan umum.
Sisa air dapat mengencerkan formula produk dan menghambat kemampuannya melawan bau.
“Kulit yang benar-benar kering membantu produk menempel lebih baik dan bekerja lebih optimal sepanjang hari.”
Jika terburu-buru, Anda dapat mengeringkan ketiak menggunakan handuk secara perlahan atau bantuan pengering rambut dengan suhu dingin sebelum mengoleskan produk.
3. Perhatikan Faktor Rambut Ketiak
Rambut ketiak memiliki sifat menyerap kelembapan yang dapat memerangkap keringat dan memicu pertumbuhan bakteri.
Untuk hasil terbaik, mencukur atau merapikan rambut ketiak sangat disarankan agar deodoran bisa menyentuh permukaan kulit secara langsung.
Namun, jika Anda memilih membiarkannya, pastikan memberikan tekanan yang cukup saat aplikasi agar produk menembus rambut hingga ke kulit.
4. Teknik Aplikasi yang Merata
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah distribusi produk yang tidak merata.
-
Jenis Roll-on/Stick: Lakukan beberapa usapan ke berbagai arah hingga seluruh area terlapisi.
-
Jenis Semprot (Spray): Berikan jarak sekitar 15 cm saat menyemprot agar penyebaran formula lebih luas dan tidak menumpuk di satu titik.
5. Beri Waktu Produk untuk Meresap
Jangan terburu-buru mengenakan pakaian setelah memakai deodoran.
Memberikan jeda beberapa menit hingga produk benar-benar kering akan membantu bahan aktif bekerja maksimal sekaligus mencegah noda putih atau kuning pada pakaian Anda.
6. Pilih Busana yang Tepat
Pakaian yang terlalu ketat dapat menyebabkan gesekan yang menghapus lapisan deodoran pada kulit.
Selain itu, pilihlah bahan alami yang memiliki sirkulasi udara baik seperti Katun, Linen dan Rami.
7. Pengaturan Waktu (Timing) Penggunaan
Waktu terbaik menggunakan deodoran adalah setelah mandi saat kondisi kulit bersih.
Namun, khusus untuk jenis antiperspirant, penggunaan di malam hari diklaim lebih efektif karena kelenjar keringat sedang tidak aktif.
Anda juga disarankan mengaplikasikannya kembali sebelum melakukan aktivitas fisik yang berat.
8. Jangan Ragu untuk Aplikasi Ulang
Meskipun produk menjanjikan perlindungan 24 jam, cuaca ekstrem atau aktivitas tinggi dapat menurunkan efektivitasnya.
Mengaplikasikan ulang deodoran di tengah hari adalah langkah yang wajar.
Pastikan memilih produk dengan formula ringan yang sesuai dengan jenis kulit Anda untuk menghindari risiko iritasi. (*)






